Rabu, 04 Januari 2017

malam saat menggalau



untuk kamu yang mungkin sedang melihat foto profilku,
malam ini adalah malam yang biasa,
bulan masih tetap satu dan bersinar,
bintang-bintang menari membentuk barisan rasi bintang,
matahari, takut untuk muncul.

kamu mungkin sedih ketika melihatku menjadi gila seperti ini,
aku katakan kepadamu "aku tidak gila",
aku adalah orang yang sedang tergila-gila,
aku sedang tergila-gila kepada orang yang menyangka aku gila.









benar,
aku juga tidak menyangka ketergilaan ini datang,
padahal kehidupanku biasa saja,
aku hanya orang biasa,
bahkan makan saja masih tetap pakai nasi,
tetapi seringkali nasi itu tersenyum dan bercakap kepadaku,
"ciee... baper" katanya.

kesal sekali,
telingaku panas,
mukaku memerah,
ingin rasanya nasi itu kuhabisi dengan sekali telan.

kamu tentu merasa aneh,
dan dugaanmu bahwa aku gila semakin kuat,
aku katakan sekali lagi "aku tidak gila",
aku hanya orang yang sedang tergila-gila,
untuk urusan nasi jangan kau pikirkan,
aku hanya mengikuti nafsuku saja,
aku sedang sangat lapar.

di malam yang biasa saja ini,
aku terduduk memandangi tembok depan kamar,
kupandangi dengan penuh cinta,
kubisikkan "aku mencintaimu, tembok"
gila memang, tetapi terkadang,
lewat temboklah, wajahmu terbias sendu.

Tidak ada komentar: